Yap.. kalau sejenak kita melihat judul yang diatas, judul tersebut terkesan...... ya! Egois. Egois, dalam arti yang cukup luas dan mampu mempengaruhi banyak hal jika setiap orang tak mampu untuk menghargai dan memaknainya dengan benar. Atau lebih tepatnya pada orang-orang yang hanya mementingkan “sesuatu”, bukan kepentingan “banyak orang”
Postingan gue kali ini sama sekali bukan menyindir. Gue lagi mencoba untuk memandang sesuatu dari sudut pandang dan pola pikir gue. Ngga rumit sih sebenarnya. Tapi cara gue ini jangan ditiru ya. Memandang sesuatu yang baik itu ya harus dari sudut pandang diri sendiri, dengan membandingkan dengan sudut pandang orang lain, dan memfilter yang baik dan buruknya. Rumit ngga sih? Bisa di bilang begitu, tapi bisa jadi mudah kalau lo bisa memahaminya dua kali. Memahami dua kali itu ngga ada ruginya kan? Kalau ada yang bilang “ngga efisien banget sih sampai memahami dua kali!” yap.. semuanya butuh proses. Kotoran juga bisa keluar harus dari proses pencernaan kan? Kalau di dunia ini ngga ada proses, lihat-lah apa yang terjadi! Banyak disana-sini yang memanfaatkan faktor tanpa proses untuk sesuatu yang menjanjikan. Yap.. selagi itu halal, kenapa tidak? Melihat situasi dan kondisi yang sekarang, kalau ngga bisa bertahan ya jadi terpuruk, kalau ngga bisa menjaga diri sendiri ya jadi rusak. Atau banyak juga yang muncul karena tidak dapat memposisikan/menempatkan dirinya dengan baik dan benar.
Impian dan harapan.. seseorang punya impian dan harapan. Termaksud gue dan kalian. Lalu bagaimana kita nanggepin orang-orang yang mencoba untuk menghalangi impian dan harapan kita? Usaha kita? Atau mungkin hasil yang telah kita capai, lalu mereka hancurkan demi mendapat kepuasan semata!
Haha.. kasihan memang dengan orang-orang yang berperilaku demikian. Atau mungkin ada juga tipikal orang yang ingin menang sendiri, membalikan bukti dan kenyataan? Apakah begini seharusnya? Apakah pelajaran tentang perilaku yang baik kurang di dapat di sekolah? Mengapa semuanya jadi rumit seperti ini? Apakah aku sendiri yang membuatnya demikian? Atau orang lain? Dan mengapa tak ada perubahan yang terjadi dalam diri aku dan mereka? Tak adakah seseorang yang ingin membantu? Setidaknya mencoba untuk mengurangi yang jelek dan sedikit demi sedikit untuk memperbaiki semuanya?
Ah ya sudahlah.. mungkin semuanya harus menjadi seperti ini. Lo ya elo!!.. Gue ya gue!!.. kita tidak saling mengenal! Lalu untuk apa kita saling membantu? Bodoh kau. Apakah pernah kau belajar pelajaran IPS di sekolah mu? Kita semua makhluk sosial. Butuh satu dengan yang lain. Kau sudah merasa hebat untuk membangun dirimu sendiri? Oh.. atau mungkin kau sudah merasa jago? Kau boleh punya skill yang hebat, tapi berkaca-lah melihat perilaku yang kau lakukan selama kau hidup. Lalu kau hanya bisa apa? Terdiam dengan kata-kata ku? Ya.. kau.. kau memang pandai bermain bola, tapi apakah kau bisa memasak? Dan juga kau! Kau memang jago bulu-tangkis, tapi apakah kau jago dalam bermain base-ball? Lalu dengan skill yang kau-punya sekarang dan kau bangga-banggakan, kau merasa puas? Ingin pamer? Wow..
Lalu dengan diskriminasi sekarang. Apakah kau tidak mempunyai hati nurani hai.. kau wahai orang yang suka mendiskriminasi orang lain? Ya.. kalau kau ingin satu aspek saja yang berkembang, bagai-mana dengan aspek yang lain? Lo ga bisa hidup hanya dengan satu aspek bung. Lihatlah sekarang, bagaimana orang yang kau diskriminasi, Lihatlah dirimu. Kau dibawah sedangkan dia di atas. Ya roda kehidupan itu akan terus berputar sebelum roda tersebut kempes, atau tertusuk oleh paku-paku kebohongan, dan kejahatan. Namun semuanya tidak akan berlangsung lama. Tenang kawan, yang buruk bisa dapat berubah menjadi baik, roda itu akan kembali berputar dan akan membalikan keadaan untuk kau, wahai orang-orang yang merasa dirinya hebat! Yang tak butuh bantuan. Beda ya, yang tak butuh bantuan karna dia tidak mau menyusahkan orang lain, sama yang tidak butuh bantuan karena merasa dirinya hebat. Lalu apakah ini akan terus terjadi? Ya.. gue akan berusaha semampu gue untuk mengubah hidup gue kearah yang lebih baik. Kalau terpaksa atau dipaksa juga bakal jadi jelek. Ok jadi siapa yang mau ikut aku? Tak ada? Jika tak ada, aku tak perduli. Kalau kau tak mau melakukannya bersama, itu juga tak berpengaruh dalam kehidupanku, kawan! :)
-->
